Rabu, 20 Januari 2010

Tentang "Kualitas Video Editing"

Hal-hal yang mempengharui kualitas dan proses video editing

1. Pengaruh kualitas imaji dari kamera
Besaran sensor CCD/CMOS, Jenis Format perekaman (Betacam, HDV,
DVCAM,dll, Prosesor data di kamera, output Component atau composit,
Kualitas Lensa, dan Kualitas Pencahayaan pada waktu shooting

Recomended Video Camera Standard Broadcast Sony DXC D55, D50, D35
Recomended Video Camera Semipro Sony HDV Z1U, Sony PD-170, Canon
XLH, Canon XL2

2. Processor Komputer dan RAM (memori)
2 hal tersebut Mempengaruhi kecepatan rendering dan proses editing,
semakin tinggi semakin baik

Recomended Processor quad core 6600 dan sekelasnya
Recomended RAM Minimal DDR2 PC 6400 2Gg

3. VGA Card
Kualitas VGA yang baik akan mampu menampilkan kualitas Efek visual,
resolusi grafis, dan kecepatan playback video yang prima

Recommended VGA, Minimal sekelas NVDIA Gforce 8800 GT, atau lebih
perbedaan Chipset NVIDIA dan ATI tidak terlalu jauh berbeda secara
kualitas

4. Input output transfering device
Semakin baik device yang digunakan akan semakin baik pula hasilnya,
secara umum kamera video digital menggunakan FireWire IEEE 1394,
device ini dianggap cukup menjawab kebutuhan, Device lainnya yang
dianggap baik adalah Component R-G-B

5. Codec / Compressor-Decompressor video
Pertimbangkan Software editing yang digunakan, yang Ideal adalah
software yang memiliki Codec bervariatif, guna beragam keperluan
Misalnya ; Uncompress,DVCPRO 50, DV25, AVI, MPEG series, INDEO, dll
Gambar akan semakin baik jika menggunakan Uncompress, namun
konsekuensi yang diterima adalah besaran file semakin menguras
kapasitas hardisk, dan playback video yang akan terlihat Skiping
(Delay atau patah-patah)

6. Hasil Output
Semakin tinggi kualitas format output, maka semakin baik pula
kualitas gambar yang dapat dilihat, Hirarkinya a/l ;

1. Print to tape Digibeta dengan Uncompress
2. Blue Ray Disc
3. HD DVD
4. DVD,MPEG2
5. SVCD,DIVX,Quicktime
6. VCD,MPEG1
7. Web Streaming dengan bitrate rendah (misalnya 3GP,dll)

7. Retouching
Melakukan Color Grading, dengan Adjustment seputar Gamma, Contrast,
RGB, dan tambahan optical effect lainnya jika diperlukan

Selasa, 19 Januari 2010

Tentang Software Editing

share ilmu ya,....
disini saya coba sedikit membahas tentang s/w yang pernah saya pelajari

Pinnacle itu hampir sama sistemnya dengan Windows Movie Maker

memakai sistem time-based (kalo ga salah) ada sih sebenarnya time-linenya cuma malah bikin repot. simple dan sederhana. karena mudahnya pemakaian jadi agak sulit untuk proses video yang berat dan sesuai dengan keinginan. transisi menarik untuk orang yang belum terbiasa menonton berbagai video namun jika udah sering bergelut akan menimbulkan persepsi sendiri atas transisi tersebut. kemudian effectsnya sederhana, yang paling keren itu earthshakenya Pinnacle keren dan mudah digunakan. untuk yang lain pengaturan untuk mencari hasil yang pas agak sulit dicapai.


Adobe Premiere mirip sama Canopus Edius

murni memakai time-line seluruhnya. efek-efeknya sangat banyak dan bejibun. tool yang sangat banyak dan penuh dengan opsi, dengan melihat user interface-nya aja sangat terlihat professional, namun jika melirik software lain (Vegas/FCP) akan terasa user yang keren itu ternyata cuma manipulasi. tingkat kontrol dan pengendalian untuk pengeditan video disini sangat rumit untuk memotong kita musti memilih tool, untuk memperlambat kadang kita musti harus memilih tool dan atau mengaturnya melalui propertiesnya. Color Balance dan sistem pewarnaannya asyik (secara yang Adobe punya), tapi jujur kalo masih baru dalam dunia video editing akan terasa membosankan dan membawa kesan yang agak suram, namun setelah lama bergelut kita akan mencari warna2 ini.untuk canopus tidak diragukan lagi kelebihan yang paling mencolok adalah sistem bundle software dan hardware (walau harganya cukup mencekik) yang dapat memaksimalkan kinerja kita.



Sony Vegas prinsip kerjanya sama dengan Final Cut Pro ((FCP)Apple punya)


FCP sempat menjajaki peringkat teratas software video editing terbaik, namun semenjak kehadiran Sony Vegas, perlahan ketenaran FCP mulai tersaingi, dua software ini sekarang sudah dipakai para filmmaker kelas atas. diduga banyak film layar lebar yang menggunakan FCP atau Sony Vegas (SV) sebagai software editingnya. kelebihannya adalah user interface yang sederhana (setidaknya lebih sederhana dibanding Premiere) namun dapat memuat seluruh informasi penting. kelebihan yang bakal dirasakan adanya shortcut untuk pemotongan gambar atau tidak ada tool untuk memotong gambar. kemudian di SV ada cara mudah untuk mengatur fade in/out sebuah adegan. cara kerja yang cepat, preview yang sangat cepat, dan begitu mudah. hasil renderan jika diatur secara tepat, maka akan dapat menghasilkan renderan yang hampir setara kualitasnya dengan s/w khusus untuk rendering semisal TMPGencoder / Canopus Procoder (jika hanya mengandalkan s/w tanpa h/w). namun di SV sistem warnanya tidak bisa sespesifik di Adobe Premiere, tingkat kontrasnya terlalu tinggi, warna2 nanggung itu agak sulit dicari... :D:D

fiuh.... that's all....

semoga berguna...